Anak-anak di provinsi Balkh, Afghanistan bagian utara, terpaksa jadi pecandu opium sejak usia belia. Itu karena orang tua mereka terbiasa memberi asupan opium sebagai obat.
Menurut kisah di stasiun televisi CNN, Senin 24 Januari 2011, suatu daerah terpencil di provinsi Balkh dihuni para pecandu tanaman bahan baku heroin ini. Mereka menelan opium murni semudah memakan kacang, tanpa tahu apa bahayanya.
Seorang warga di Balkh, Aziza, mengaku memberi makan anaknya yang berusia empat tahun, Omaidullah, dengan opium yang disimpannya di dalam plastik. Dia mengatakan opium baik untuk membuat anaknya jadi tenang dan tertidur. “Jika saya tidak memberinya opium, dia tidak akan tidur, dan saya tidak bisa bekerja,” ujar Aziza.
Aziza seperti kebanyakan warga di desa tersebut, miskin dan tidak memiliki pendidikan yang cukup. Wanita yang bekerja sebagai perajut karpet ini tidak mengetahui apa risiko opium yang diberikan kepada anaknya. Opium, Ujar Aziza, digunakan berbagai keperluan, di antaranya adalah pengobatan.
No comments:
Post a Comment